Kamis, 01 Agustus 2019

Watak Orang Sunda

Leluhur Sunda yang dikenal memiliki watak lemah lembut, mewariskan sifat-sifat yang melekat dalam diri orang Sunda dan menjadi keunikan tersendiri ketika mereka berbaur dengan masyarakat lainnya.
Sifat dan Karakter :
1. Ramah dan murah senyum
2. Humoris
3. Romantis
4. Kreatif
5. Menjunjung tinggi budaya
6. Memiliki skill tinggi dalam seni
7. Relatif cantik dan tampan
8. Religius
9. Santai
10. Tekstur wajah yang khas

Tidak sekadar pakai penutup kepala (Iket) dan baju (Pangsi), tapi sifatnya tidak boleh hilang, yaitu :
Deudeuhan, deudeuh dalam Bahasa Indonesia memiliki makna "sayang".
Welasan : Penuh rasa asih/iba
Asihan : Penuh kasih
Nyaahan : Menyayangi
Silih nulung ka nu butuh, silih nalang ka nu susah : Suka membantu dan menolong kepada yang membutuhkan dan sedang mengalami kesusahan

Jumat, 15 Juni 2018

Idul Fitri 1439 H

Idul Fitri dan Idul Adha adalah dua hari raya dalam Islam yang ditetapkan langsung oleh Allah sebagai pengganti hari-hari raya yang pernah dikenal oleh masyarakat Arab sebelum Islam datang.
عَنْ أَنَسٍ قَالَ قَدِمَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الْمَدِينَةَ وَلَهُمْ يَوْمَانِ يَلْعَبُونَ فِيهِمَا فَقَالَ: “مَا هَذَانِ الْيَوْمَانِ؟” قَالُوا: كُنَّا نَلْعَبُ فِيهِمَا فِي الْجَاهِلِيَّةِ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: “إِنَّ اللَّهَ قَدْ أَبْدَلَكُمْ بِهِمَا خَيْرًا مِنْهُمَا يَوْمَ الْأَضْحَى وَيَوْمَ الْفِطْر” (رواه أبو داود والنسائي وأحمد وابن حبّان).
Dari Anas dia berkata; “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam tiba di Madinah, sedangkan penduduknya memiliki dua hari khusus yang mereka rayakan dengan permainan, maka beliau bersabda: “Apakah maksud dari dua hari ini?” mereka menjawab; “Kami biasa merayakan keduanya dengan permainan semasa masih Jahiliyah.” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda : “Sesungguhnya Allah telah menggantikan untuk kalian yang lebih baik dari kedua hari tersebut, yaitu hari (raya) kurban (Idul Adha) dan hari raya Idul fithri.” (HR. Abu Dawud, An-Nasaa-i, Ahmad dan Ibnu Hibban ).
Dua hari raya Islam tersebut berkaitan dengan dua rukun utama ajaran Islam yaitu Puasa Ramadhan dan  melaksanakan Ibadah Haji ke Baitullah di Tanah Suci Mekkah, maka Idul Fitri dan Idul Adha  merupakan salah satu di antara hari-hari dan syi’ar-syi’ar Allah yang harus disambut dan rayakan dengan sikap penuh rasa ibadah, pemuliaan dan pengagungan dalam batas-batas koridor syar’i sebagai bukti ketakwaan. 
Allah Ta’ala berfirman
”Begitulah dan barangsiapa mengagungkan syi’ar-syi’ar Allah, maka sesungguhnya itu termasuk (bukti) ketakwaan hati” (QS Al-Hajj : 32).
Sebagai salah satu syi’ar Allah yang istimewa, Idul Fitri memiliki muatan makna dan hikmah yang banyak serta istimewa pula dan sangat kita butuhkan sebagai bekal utama dalam perjalanan hidup  selanjutnya pascaramadhan.
Mohon maaf lahir dan batin...

Suka